tiket habis?? alamak



Menunggu itu sangat membosankan. Pasti semua orang akan sepakat dengan pernyataan tersebut. Bagaimana tidak membosankan kalau kita hanya duduk bengong, nongkrongin angin, makan lalat *eh engga deng kalau masalah itu. Yang membosankan ketika menunggu itu adalah tidak ada kegiatan lain selain diam termenung. Kalau orang lain ketika sedang menunggu untuk menghilangkan kebosanan itu bermain games, gadget dll sedangkan saya, cuman bias melamun karena  gak terlalu suka main games. Bukan gak suka tapi di hapenya gak aplikasi games -_-

bukan foto saya
hari ini rencanaya saya beserta temen-temen mau ngebolang lagi ke daerah Padalarang dengan menggunakan transportasi kereta api. Stasiun terdekat dari rumah ya stasiun Cimekar, stasiun ini bukan stasiun besar atau utama, stasiun ini hanya stasiun persinggahan dengan jurusan kereta ekonomi dan patas ac/non ac.


Ini sih gara-gara kebiasaan saya yang gak bisa berangkat pagi-pagi kalau pergi, apa lagi jam 5.30 harus udah distasiun kereta api Cimekar. Jadwal jam 6.30 berangkat dari rumah jam 5.20 oalah.. masih mending kalau jarak dari rumah ke stasiun kereta api dekat lah ini lumayan jauh sekitar setengah jam. Alamak sudah bisa ketebak bukan kalau saya ketinggalan kereta, selain itu ternyata jadwal kereta berubah yang asalnya jam 5.30 sekarang menjadi jam 05.00. Tetapi setelah bertanya kepada petugasnya ternyata ada kereta yang akan lewat padalarang jam 07.00. Untung saja ada kereta api yang berangkat jam 07.00 dengan tujuan purwakarta.
Setengah jam pun berlalu begitu saja, hanya termenung melihat suasana Stasiun yang sepi. Karena tidak sabar saya pun menuju loket tiket. Ternyata sekarang yang dibuka hanya tiket untuk ke stasiun Bandung. Saya duduk kembali dengan sedikit BT karena pelayan tiketnya terlalu jutek dan tidak menyenangkan. Jadi keinget kejadian yang distasiun Bandung pas beli tiket untuk ke Jakarta, penjaga tiketnya jutek dan judes. Hiiy pelayananya buruk.
Setengah jam lagi, menunggu tiket dibuka. Dari pada kesel nunggu saya pun jalan-jalan melihat sekeliling stasiun. Tapi meskipun udah melihat sekeliling tetap aja kesel nunggu tiketnya. Kemudian duduk kembali. Lagi asyik melamun tiba-tiba teman saya, karoh dan nisye manggil. Ooh ternyata tiketnya sudah dibuka, akhirnya..
Tapi tiba-tiba karoh bilang kalau tiketnya cuman tinggal 1 lagi. Apa?? Busyet dari tadi nongkrongin stasiun cuman ada 1 tiket. Rasanya pengen nyekek tu pelayan tiket yag judesnya amit-amit *eehh esmosi nih. Tau gini kan bisa bangun agak siang *looh ko.
Lah kita ngapain dari tadi diem di stasiun kalau pada akhirnya kayak gini. Kalau tau gini kan bisa naik bus langsung ke tempat tujuan jadi gak buang-buang waktu nongkrong distasiun.  Ya sudahlah dari pada menggerutu gak jelas kami langung cabut dari stasiun menuju terminal bus.

Sebenarnya kami mau naik kereta, semacam menjadi penumpang gelap dari pada ke terminal bus yag jaraknya lumayan jauh tapi kami takut terjadi sesuatu seperti di turunkan di tengah jalan atau di turunkan di stasiun terdekat. dari pada kejadianya semakin runyam dan gak jelas, kami memilih untuk mematuhi peraturan, tidak naik kereta kalau tidak beli tiket.
0