Sebuah Catatan Kecil Perjalanan Hidupku

Lorem Ipsum

Selasa, 16 Desember 2014

setetes hujan

begitu banyak alasan aku untuk tidak menyukai hujan
dan begitu bayak juga alasan aku untuk menyukai hujan

begitu banyak kesan yang tertinggal setelah hujan
tertawa..
menangis

dan hujan ditahun ini
membuat langkahku sedikit gemetar

setetes hujan ini membuatku
berani untuk memutuskan
meninggalkan
ruangan yang selama ini membuatku hangat





---------------------------salam manis untuk hujan---------------------------------------------



Senin, 15 September 2014

Meneluri Situs Purbakala Goa Pawon

Gua pawon terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, atau sekitar 25 km arah barat Kota Bandung. Goa Pawon ini berada di puncak bukit Pawon yang merupakan daerah penambangan batu kapur. Di gua pawon inilah ditemukan kerangka manusia berumur 9.500 tahun yang diasumsikan sebagai nenek moyang orang sunda. Awal ditemukanya kerangka manusia gua pawon pada tahun 2003-2004 kemudian pada tahun 2013 Tim Observasi Balai Arkeologi Bandung, melakukan Ekskavasi lanjutan situs purbakala dan menemukan kerangka manusia berumur 9.500 serta menemukan sisa pembakaran berupa tanah terbakar dan sisa-sisa budaya seperti obsidian dan fragmen tulang binatang, berita ini dilansir oleh kompas. Penelitian ini terus berlanjut sampai sekarang, pada awal maret tahun 2014 ditemukan tulang telapak jari kaki,  dilansir dari inilahkoran.com
asyiknya selfie di dalam gua hihi...

Sabtu, 06 September 2014

tiket habis?? alamak



Menunggu itu sangat membosankan. Pasti semua orang akan sepakat dengan pernyataan tersebut. Bagaimana tidak membosankan kalau kita hanya duduk bengong, nongkrongin angin, makan lalat *eh engga deng kalau masalah itu. Yang membosankan ketika menunggu itu adalah tidak ada kegiatan lain selain diam termenung. Kalau orang lain ketika sedang menunggu untuk menghilangkan kebosanan itu bermain games, gadget dll sedangkan saya, cuman bias melamun karena  gak terlalu suka main games. Bukan gak suka tapi di hapenya gak aplikasi games -_-

bukan foto saya
hari ini rencanaya saya beserta temen-temen mau ngebolang lagi ke daerah Padalarang dengan menggunakan transportasi kereta api. Stasiun terdekat dari rumah ya stasiun Cimekar, stasiun ini bukan stasiun besar atau utama, stasiun ini hanya stasiun persinggahan dengan jurusan kereta ekonomi dan patas ac/non ac.

Rabu, 20 Agustus 2014

kekonyolan ketika ngayogyakarta

Mengunjungi yogyakarta ke 3 kalinya dengan suasana yang berbeda tapi perasaan ketika mengunjungi yogya tetap selalu sama, tidak beruah sedikit pun hanya saja ceritanya yang berbeda.  kali ini sku berangkat dengan seorang temen. dan ini perjalanan backpacker kita yang pertama.
Berangkat dari Wonosobo menuju yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam lamanya, lumayan bikin badan bau bensin. dari wonosbo menuju yogyakarta menggunakan bus yang ke magelang kemudian dilanjut dengan bus jurusan yogyakarta.

Sesampainya di terminal yogyakarta aku melanjutkan perjalanan menuju prambanan menggunakan bus transjogja dengan biaya 3000 rupiah perorang. kita menggunakan bus transjogja 3A turun di bandara dan dilanjutkan dengan transjogja 1A. menurut informasi yang saya baca bahwa transjogja itu berhenti di depan candi prambanan tapi kita sedikit kebingungan dan di buntututi terus oleh tukang becak akhirnya saya menyerah dan bujuk rayu bapak tukang beja itu berhasil menjebak saya untuk naik becak ke tempat candi prambanan. dia bilang jauh loh mba, sekitar 1kg. eh kalau di itung-itung mending jalan kaki ajak, pengiritan hehe.. naik becak 15ribu berdua. karena kita belum salat dzuhur kita meuju musola sekitar candi prambanan, tak berapa lama kita pun menemukan musholanya yang berada di samping pintu masuk candi prambanan. aku kira di musola tersebut gak perlu bayar penitipan sepatu/sendal nyata ketika keluar di tagih, rasanya aneh sekali. setelah itu kita menuju ke tempat masuk candi prambanan. setelah asik foto-foto kita meniggalkan candi dan sebelum pulang kita ke musola dulu untuk menunaikan salat ashar. yang awalnya tadi kita lewat pintu samping kanan sekarang kita lewat depan, menghindari tempat penitipan sepatu/sandal. eh baru saja beberapa menit kita masuk ternyata sepatu kita di pindahin. untungnya ketika kita pergi kita tidak bayar lagi dan gak di tagih juga. hihi

Sabtu, 14 Juni 2014

Menyinggahi Pulau Dewata

menyinggahi pulau dewata dalam ingatan
mengingat setiap detik langkah yang terlewat
meninggalkan kenangan yang tak akan bisa terulang
ketika canda tawa membumbung tinggi dilangit nan biru, pulau dewata


2 minggu yang lalu aku baru saja balik dari Bali (aciiee) jangan bilang cie dulu. mungkin jika bukan urusan kampus aku belum tentu bisa ke Bali di tahun 2014. Kalo ditanya seneng gak, ya seneng dog bisa Liburan ke-Bali...eeettt totet bukan liburan. tapi belajar sambil liburan -_-
suasana di dalam bus

Pertama kali menginjakan kaki di Bali dengan kondisi badan yang lelah, capek, ngantuk karena semalaman gak tidur ketika menyebrangi selat bali.  Gimana gak lelah kalo selama 4 hari kita ada di bis dengan rute Bandung-Semarang-Surabaya-Bali. Pagi-pagi kita sampai di Bali tepatnya di tanah lot. Jujur aku gak tau apa itu tanah lot, aku kira itu bukan tempat wisata aku cuman mengira tanah lot adalah tempat singgah dan makan saja.. ah dasar, memalukan rasanya. Maka dari itu setelah kenyang makan aku berniat untuk balik lagi ke bis tapi kemudian aku penasaran untuk jalan lawan arah. Sayang aku cuman berjalan-jalan sebentar dan ternyata oh ternyata baru aja 3 kali jepretan rombongan kita pun harus segera balik ke bis untuk melanjutkan perjalanan. Sedih memang. menyia-nyaiakan pemandangan yang keren hanya dengan 3 kali jepretan di foto. hiks



sudah ku bilang ke bali ini bukan Liburan tapi Belajar sambil liburan, bisa dipastikan adalah prioritasnya adalah belajar. Agenda hari pertama di bali ini adalah mengunjungi Bali Tangi 'aromatic and  traditional spa' yang didirikan oleh bapak I wayan sukhana dan ibu Yuliani kita melihat prduk-produk dari Bali Tangi dan cara memproduksinya. Di Bali Tangi ini saya belajar banyak dari bapak I wayan Sukhana dan istrinya ibu Yuliani bahwa untuk sukses itu diperlukan perjuangan yang gigih serta semangat untuk tidak pantang meyerah. Saya kemudian bercita-cita untuk bisa menjadi seperti bapak I Wayan ini, yang sukses dengan berbagai produk spa.aamiin

setelah mengunjungi bali tangi kita pun menuju tempat oleh-oleh Krisna dan seperti biasa ibu-ibu kalau belanja gak tau waktu bawaanya betah aja ngubek-ngubek tu toko.

Agenda hari kedua di bali adalah mengunjungi tempat wisata, horeee... yaitu Tanjung Benoa yang dikenal sebagai pusat wisata air. selain itu aku mengunjungi pulau penyu. di pulau penyu ini terdapat beberapa hewan elang laut, rangkong, kelelawar, dan ular yang sudah jinak. Seru meskipun panas-panasan dan kulit makin eksotis


 



Sabtu, 15 Maret 2014

Sekedar Menyapa Yang Telah Hilang

Hai.... Salam rindu untuk ruang ini.

Udah lama gak nulis disini.. huhuhu. Entahlah aku juga heran untuk beberapa bulan kali ini seperti kehilangan gairah untuk menulis, seperti hilang tertelan ombak begitulah kiranya hingga aku memutuskan untuk tidak memposting lagi di ruang ini.

Kehilangan sesuatu gairah dalam hidup ini memang merupakan suatu masa yang terasa berat dan melelahkan untuk dijalani. Apa lagi untuk menemukan sesuatu yang hilang itu adalah hal yang membuatku terkadang ingin menyerah dan sulit mempercayai diri sendiri lagi. Yeaah mungkin semua orang pun mengalami semacam hal itu.

Sulit sekali rasanya untuk menguatkan diri sendiri bahwa semua akan berjalan dengan baik-baik saja, nyatanya semua kejadian dalam hidup ini membuatku sedikit takut dan sulit meyakinkan bahwa aku sanggup melewatinya. mungkin ini hanya semacam transisi seseorang untuk mencapai sesuatu kebijakan dalam hidupnya tapi tetap saja aku merasa takut, takut melewati semua ini. terlebih ketika kecewa sering menghantuiku.

Semua rasa sakit ini membuatku kehilangan sesuatu hal yang dulu terasa begitu menggebu bahkan aku merasa bahwa hidupku seperti mati rasa. Hanya berjalan seperti air mengikuti setiap ruang yang dilewatinya. Ketika waktunya tertawa ya aku tertawa, ketika aku menangis ya aku menangis, seperti itulah. Yang terparah adalah ketika keinginanku untuk menarik diri dari kehidupan mereka. Ya mereka yang terkadang aku merasa lelah, mereka yang terkadang membuatku menangis menahan kecewa, mereka yang membuatku terasing.