Kehidupan Seorang Mahasiswa

Hidup itu tidak serba instan. Harus ada perjuangan untuk meraih apa yang dicita-citakan. Kadang ada rintangan dan halangan yang harus dihadapi serta di lalui untuk meraih apa yang kita inginkan. 

     Begitulah kira-kira setelah aku baca buku *emm…. Duh ngedadak lupa judul bukunya. Ya gue selalu menyempatkan membaca buku, seperti novel dan sejarah disela-sela kesibukan gue sebagai mahasiswa…. terasa so sibuk banget gue. uhuk.. uhuk.
     Setiap pagi gue berangkat ke kampus, diiringi mentari yang keluar dari ufuk timur dengan malu-malu. Sedangkan pulangnya  selalu bersama senja yang semakin ringkih. Begitulah hari-hari yang gue jalani selama ini. Berjuang menuntut ilmu  disalah satu kampus berwarna kunin – orang.
      Gue rasa kadang memang seperti kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) dan kadang-kadang gue juga menjelma menjadi kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring) di kosant teman, baik itu untuk mengerjakan tugas atau laporan dan jurnal yang setiap hari tidak ada habisnya dan yang tak kalah pentingnya gue juga selalu belajar kelompok bersama teman-teman gue. Yeah.. hidup itu perlu perjuangan bukan?
Sehari-hari gue bawa tas guede benget, seperti orang yang mau naik gunung (tapi gak gitu-gitu juga deng). Isi di dalamnya bawa jurnal, laporan, laptop… Sehari-hari gue mendekur di dalam lab, setelah itu gue bikin jurnal. Saking gak berhentinya ngerjain jurnal sekarang gue bukan seorang farmasis tapi jurnalis (gara-gara setiap hari ngerjain jurnal). Selain jurnal, pasti selalu ada tugas dari masing-masing dosen. Tugas.. Tugas.. Jurnal..Jurnal Oohh NO!!! 

      Setelah berjam-jam di lab. Masuk kelas, dengerin dosen ngomong, matanya sayu karena kecapean dan tentunya semalaman begadang ngerjain jurnal dan tugas. Ada juga tentunya teman yang beberapa detik meneteskan cairan ajaib dari sudut bibirnya yang menempel di kursi, yang ngorok pun kemungkinan ada, bahkan yang asyik bikin lubang idung makin gede  juga banyak, salah satunya teman gua *ssttt*. Entah hidung dia gatal gara -gara ceramah dosen yang cerosos gak ada hentinya. Untung tuhan menciptakan hidung untuk bernafas, gak kebayang kalau nafas kita melalui mulut pasti kita mendengarkan ceramah dosen makin lama.
     Kadang orang yang mengantuk dikelas itu bukan kecapean tapi disebabkan merasa di nina bobokan oleh suara dosen yang menerangkan materi dan juga seperti dongeng pengantar tidur. Gue juga kadang merasa mengantuk ketika berhadapan dengan dosen yang membosankan.
     
Untuk menghilangkan kebosanan itu teman-teman gua kadang ada yang asyik dengan dunianya sendiri sambil mandangin handphone, bahkan ada yang senyum-senyum sendiri, entah itu mungkin BBM-an, Facebook-an, SMS-an dan dunia antah barantah lainya. Hal yang terpenting, salah satu budaya yang tidak bakalan punah yaitu, ngerumpi bersama tema-teman yang duduknya dekat kita. 
    Gue sih selalu memperhatikan dosen yang sedang menyampaikan materi J. sebenarnya gue bukan merhatiin materinya -_-“  tapi gua menghayal apa jadinya kalo gue jadi dosen. Dari pagi nyerocos ngomong bahkan sampai muncrat sana - muncrat sini tapi para mahasiswa/i-nya punya kehidupan masing-masing, udah gitu harus ngulang-ngulang materi ke kelas lain. Uukhh betapa membosankan dan mungkin lama-lama mulut gue kaku karena gak berhenti ngomong huhu.. T_T tapi itulah keagungan tuhan meskipun setiap hari mulut kita ampe berbusa pun tidak pernah merasa kaku dan sakit, kecuali sariawan.

Halah gue ngelantur kemana-mana nih.. Sebenarnya ini gue tulis ketika dosen sedang menerangkan materi di salah satu mata kuliah *glek* -_-“
Begitulah kehidupan gue sebagai mahasiswa yang cuman duduk di kelas, dengerin dosen ngomong terus kalau beres langsung buru-buru keluar kelas, masuk lab, ngerjain laporan dan jurnal. Yang terakhir yang membuat otak gue ngebul kayak kebakaran adalah ketika dosen memberikan tugas yang gak ketulungan lieerrrna dan seabreg-abreg. Hidup itu memang susah guys, butuh perjuangan.



Emm..Tulisan ini hanya untuk menghibur diri gue sendiri aja ko, yang sudah mulai bosen menghadapi rutinitas. Jika menyinggung saudara/I atau anda-anda yang telah berkunjung kesini mohon dimaafkan, terutama untuk ibu/bapak dosen. :D
 

0