Kereta oh kereta


Kali ini aku akan membahas kereta api tapi bukan bukan menjelaskan asal-usul kereta api dan sejarahnya. Disini aku akan menceritakan pengalaman pertama kali naik kereta api. Kasian bangget ya segede gini baru ngerasain naik kereta?Hehhe… Dan ceritanya itu baru tadi siang.

Karena akhir bulan aku mau ke Yogyakarta untuk liburan *asyyiik*. Sebenarnya sih tidak dalam rangka liburan tapi meliburkan diri sendiri. Dari dulu aku tu ngebet banget pergi ke yogya. Dulu sempet ngerencanain buat pergi ke jogja bersama temanku *cuman berdua* Yups berdua. Tapi sayang ga jadi karena  jadwal kita benar-benar ga cocok, aku libur sedangkan dia sibuk kuliah begitu pula sebaliknya. Aku sedikit kecewa dengan rencana itu tapi ternyata tuhan memberikan rencana lain untukku pergi ke tasikmalaya dengan kesan yang luar biasa.

Liburan semester kemaren pun aku berencana ke Jakarta tapi lagi-lagi gagal dan tuhan memberikan rencana lain yang sangat luar biasa karena aku telah diberi kesempatan untuk pergi ke Yogyakarta. *Alhamdulillah*
Nah karena alasan itu pula aku tadi pagi mencoba naik kereta sebagai permulaan sebelum naik kereta ke jogja. Aku juga masih ragu-ragu karena sedang menunggu jadwal kuliah, kalau jadwal kuliah hari kamis tidak ada maka aku akan pergi ke jogjanya bersama kakakku naik mobil tapi jika tidak terpaksalah aku naik kereta api. Huhu T_T


Untung aja ada teman yang mau diajak pergi untuk nyobain naik kereta api ke cicalengka hehe... (makasih ya ^_^) jam 10.00 aku berangkat dari rumah. Sengaja pula aku ga pake motor biar nanti tau naik angkot yang mana, Ternyata cuman sekali naik angkot meskipun lumayanlah lama dibawa muter-muter dulu ga kayak naik motor sendiri yang suka nyari jalan pintas. Sesampainya di stasiun bandung sekitar jam 11.30 kita pun langsung masuk lewat samping karena kita kebingungan kita langsung menghampiri satpam yang menjaga masuk, bukanya bertanya malah kita senyam-senyum gak jelas. Dasar. Kemudian kita menanyakan tempat pembelian tiket yang ternyata jika lewat dari depan akan kelihatan dan langsung menuju tempat tiket, maklum baru pertama kali ke stasion bandung.

Ternyata jadwal kereta api ke cicalengka tu jam 12.15 WIB, loket tiketnya pun belum dibuka. Kita pun melihat-lihat sekitar stasiun dan tentu saja karena kami ini pencinta foto maka tidak melewatkan sedikit moment pun untuk tidak berfoto-foto hehe.. (emang narsis apa lagi aku *ngaku*). 

Kembali ke loket pembelian tiket ternyata sudah banyak orang yang mengantri, untung aja gak terlalu panjang. Setelah beres membeli tiket seharga 1500/orang (kereta ekonomi). Bandung - cicalengka. Kita pun keluar dari antrian yang ternyata pas dilihat panjang banget. Kita pun langsung masuk ke raung tunggu dan disana barulah terjadi kehebohan karena bingung nunggu dijalur mana. GJ( gak jelas)

Setelah sedikit GJ-GJan kita pun pergi ke toilet untuk  menengkan diri (lohh??). Akhirnya kereta pun datang, kita langsung naik dan berdesak-desakan dengan penumpang yang lainya. Hoo.. beginilah rasanya naik kereta. Kita berjalan dari gerbong ke gerbong untuk mencari tempat duduk, akhirnya dapat juga. Kereta pun melaju perlahan, wajahku sedikit menegang karena pikiran negative melintas seperti pesawat diatas kepalaku. Benar-benar panas karena penumpangnya banyak bahkan sampe ada yang berdiri, sedangkan udara yang masuk dari jendela sedikit karena jendalanya kurang lebar dan ada beberapa yang tidak bisa dibuka, sontak saja membuat wajahku berkeringat *geber-geber*

Tiba-tiba kereta melaju perlahan kemudian berhenti, aku kebingungan karena takut terjadi apa-apa kemudian aku bertanya kepada temanku tapi dia sendiri kebingungan seperti aku. Tiba-tiba bapak yang duduk didepanku berkata “karena jalur relnya satu jadi menunggu kereta yang dari arah sebaliknya lewat terlebih dahulu”. Benar saja setelah bapak barusan berkata seperti itu tiba-tiba kereta lewat dengan cepat, bikin kaget saja.

Yang bikin kaget lagi adalah ketika ngelewati terowongan yang gelap untung cuman sebentar, sampe-sampe teman aku ketawa karena lucu melihat ekspresi aku yang ketakutan. Hehe.. perjalananya lancer dan terasa cepat sekali gak seperti naik angkot. Aku berfikir kenapa pemerintah tidak memberikan perhatian terhadap kereta api. Karena jika kereta api ini ditingkatkan fasilitasnya, aku lebih baik untuk naik kereta api kalau berpergian. Kenapa tidak seperti diluar negri yang memang kereta api dijadikan transport utama. Aku lihat-lihat kereta yang aku tumpangi ini seperti tidak terawat dan dibiarkan tua begitu saja, setelah tua mungkin dibuang *entahlah*

Gak kerasa akhirnya sampe juga distasiun kereta, kita pun kemudin turun. Haaa.. manghirup udara seger. Ku keluarkan senjata untuk mengambil objek bidikan camera, tentunya kebanyakan muka kita yang sering mampang di depan kamera hehe.. setelah itu kita pun ke bagian loket untuk menanyakan jadwal kereta api. Ternyata kereta yang kita tumpangi itu yang akan membawa kita pulang dan berangkatnya jam itu juga. Memang ada nanti kereta jam 14.15 tapi kereta ac. Sebenarnya aku pengen naik yang ac tapi dikarenakan menurut kami mahal ya sudah naik kereta yang itu lagi. Masa kereta ekonomi cicalengka-padalarang 1500 sedangkan kereta ac 10.00 jauh banget harganya.

Untung saja keretanya belum berangkat, kita pun duduk di gergbong yang sama cuman kursinya aja yang berbeda. Penumpangnya tidak terlalu banyak seperti tadi jadi bisa menghirup udara segar. Aku duduk sama tita (temanku) sampingan sedangkan depanya ada 1 cowok. Tita ngambil posisi dkat jendela, kembalilah ke-narsis-an kita meningkat untuk foto-foto sambil megang 4 tiket yang jurusanya cuman itu-itu saja haha.. 

Hujan pun turun dengan derasnya, tiba-tiba tita bilang “ko bocor sih?” otomatis aku langsung melihat atap kereta, masa iya kereta api atapnya bocor sih? Tiba-tiba aku juga ngerasain air ujanya, eeh ternyata airnya dari jendela. Yang menyedihkanya jendela tersebut tidak bisa ditutup *glek* bukan cuman jendela itu saja tapi jendela dari kursi belakang aku juga banyak mencipratkan air, saking banyaknya kacamata aku pun basah. “Kemudian aku bilang masa dalam kereta kita harus pake payung?” bagaimana ceritanya nanti?

Aku dan tita pun pidah posisi duduknya.. meskipun masih terkena cipratan hujan tapi gak terlalu parah seperti tadi. Tidak berapa lama hujanya pun reda.. *fuiihh* bisa-bisa dalam kereta keujanan.ckckc..
Gak berapa lama akhirnya aku sampai di stasiun kircon alias kiara condong, aku pun turun disana karena kalau turun distasiun banung terlalu jauh. Wong aku pulangnya ke daerah cibiru-cileunyi. Sampai juga akhirnya…

Turun dari kerena, serasa mendapatkan energy baru karena bisa menghirup udara yang segar sebanyak-banyaknya. Seperti biasa setelah itu foto-foto hehe.. kemudian pulang kerurimah.

Hari yang sangat melelahkan tapi hari ini aku banyak sekali mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang berharga. Semoga hari-hari berikutnya akan lebih menyenangkan dan bisa menjelajahi setiap sudut kota bandung dan kota-kota lainya
3