Jalan-jalan ke Tasikmalaya


Sudah lama sekali aku gak posting ya, sebenarnya sih banyak sekali ide buat menuliskan cerita tapi kadang cuma numpuk saja dikepala karena terkadang aku suka MALAS mengetik hehehe dan ditambah dengan kegiatan kuliah yang semakin padat.... 
Sebenarnya cerita ini tu sudah lama tapi baru sekarang aku ceritakan. Liburan Idul Fitri kemaren aku berencana untuk pergi ke Yogyakarta bersama temanku (rencana A) kemudian aku juga menyusun rencana B sebagai cadangannya karena aku kurang yakin dengan rencana A.
            Ternyata tiba pada waktunya rencana A dan rencana B pun GATOT alias gagal total....yeeaahh, banyak rencana tapi pada akhirnya tidak ada satu pun yang terlaksana. Sebenarnya aku agak sedikit kecewa karena kadang jika aku membuat rencana akhirnya selalu tidak jadi. Memang manusia boleh berencana tapi tuhanlah yang mengaturnya. Lebaran kali ini ada sesuatu rasanya yang kurang bagiku tapi aku tidak tahu apa, hanya terasa sepi dan hampa yang kurasa.
di foto dulu ah.. ketika sedang beristirahat di kebun karet

            Untung saja teman-temanku menghubungiku, itu sedikit menghiburku. Ada salah satu teman yang mengajakku pergi ke Tasikmalaya, mengunjungi saudaranya. Tanpa pikir panjang aku pun mengiyakan tapi tentu saja dengan persetujuan ibuku terlebih dahulu.
            Rencananya kita pergi 3 hari. kita pun mgembil waktu weekand, hari jumat berangkat ke tasikmalaya, hari sabtu rencananya kita akan berziarah ke makam Syeikh Abdul Muhyi dan hari minggunya kita kembali pulang. Kita mengambil rute jalan ke Cidaun-Garut-Tasikmalaya.


Perjalanan yang kami tempuh yaitu sekitar 7 jam dengan menggunakan kendaraan rmotor. Saking lamanya duduk di motor aku merasa bahwa pantatnya hilang (loh?). Perjalanan ini begitu melelahkan karena jalan yang kami lalui sangat rusak dan berlubang tetapi ini hanya di daerah Tasik saja sedangkan untuk Cidaun-Garut ya lumayan bagus :).
 Sepanjang perjalanan yang kami lalui pun banyak tempat wisata, seperti Pantai Jayanti (Cidaun), Ranca Buaya (Garut), Pantai Santolo (Garut), Cipatujah (tasikmaya) dll, namun karena waktu yang tidak memungkinkan untuk kita singgah ke tempat wisata tersebut. Jalur yang kita gunakan pun bisa ke Pangandaran, namun tidak searah dengan jalan ke Tasikmalaya. 

jalan yang kami lalaui, daerah Tasik

Hari kedua berada di Tasikmalaya. Sekitar jam 09.00 kita pun siap-siap untuk berangkat berziarah ke makam Syeikh Abdul Muhyi. (akan diceritakan di postingan selanjutnya)

Jam 13.00 kita selesai berjiarah dari makam Syeikh Abdul Muhyi kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Rencana selanjutnya kita akan pergi ke pantai cipatujah untuk bermalam disana dan mendirikan tenda. Asyik..! 
sampai dilokasi


Aku sangat menikmati suasana yang selama ini ingin sekali aku rasakan. Berada di alam terbuka yang sangat indah, membuatku merasa damai. Menatap lembayung senja yang kian meredup, menyuguhkan warna yang begitu eksotis hingga membuatku terpana, begitu indah alam yang telah Tuhan ciptakan ini. Apalagi dengan kekayaan yang begitu melimpah untuk kami nikmati tapi kadang kita suka lupa tentang semua itu.
Katanya ini memang bukan pantai cipatujah tapi pantai alur
sambil menunggu yang lainya membuat tenda
 kitaistirahat dan mengbrol





proses awal pembuatan tenda





Di muara ini banyak sekali nelayan yang sedang mencari ikan dan orang yang hobi memancing karena tempatnya yang nyaman dan ikanya banyak. Apa lagi malam minggu seperti ini, banyak orang yang bermalam disini bukan cuma kami saja. Kebetulan kakak ipar temanku, A sona begitu kita memanggilnya suka ngejala. Jam 19.00 dia pun sudah mempersiapkan diri untuk pergi mencari ikan. Kata mereka disana juga banyak sekali udangnya. Tengah malam dia baru kembali ketenda kami dan membawa hasil tangkapanya. Udang yang dia dapatkan pun lumayan banyak tapi sayang aku kurang suka dengan udang.
senja



sore-sore dipinggir pantai sambil menatap ombak, rasanya tenang sekali. Tentu saja aku juga tidak menyia-nyikan untuk tidak mengabadikan sedetik pun kesempatan ini dan foto-foto ini semua merupakan hasilku.
eemm.. sunset? entah sejak kapan aku menyukai sunset, dari dulu aku selalu berharap dapat melihat langsung detik-detik pergantian malam dan siang. dan akhirnya aku bisa melihatnya disini, sungguh indah sekali bukan??
adzan pun berkumandang, meski di tempat seperti ini tapi tidak menghalangi kami untuk menghadap tuhan yang telah memberikan kita kenikmaan yang luar biasa, kita shalat di tenda.
Malam harinya kita membuat nasi liwet dan ayam bakar.. emm yam..yam enak sekali, memang makanan ini tidak terlalu mewah tapi ini terasa nikmat. mungkin kemewahan tidak akan bisa membeli nikmat yang aku rasakan pada waktu itu.
Kegiatan seperti ini mengingatkanku pada waktu sekolah dan aku benar-benar merindukan acara camping seperti ini. Semakin malam cuaca semakin dingin meskipun kita telah menyalakan api tapi tetep aja tidur nyenyak, mungkin karena kecapean. jam 00.00 a sona kembali dari ngejala, mereka membakar udang tapi aku gk suka, ya dilanjutin aja tidurnya lagian masih ngantuk.

Keesokan harinya kita pun bersiap-siap untuk pulang. perjalanan pulang kali ini terasa lebih cepat dibandingkan dengan perjalanan perginya. 
benar-bena perjalanan yang mengesankan

1