berZiarah ke makam syeikh abdul muhyi

Mungkin sebelumnya sudah aku ceritakan tentang bagaimana perjalanku ke daerah Tasikmalaya. hari kedua aku di Tasikmalaya kami pun pergi untuk berziarah ke makam Syeikh Abdul Muhyi.

di depan gerbang makam Syeikh Abdul Muhyi
Syeikh Haji Abdul Muhyi adalah salah seorang keturunan bangsawan. Ayahnya bernama Sembah Lebe Warta Kusumah, adalah keturunan raja Galuh (Pajajaran). Abdul Muhyi lahir di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 1071 H/1660 M.
 Ketika datang ketempat ziarah kita pun harus mendatangi kuncen makam syeikh Abdul Muhyi untuk menyampaikan niat kedatangan kita ketempat tersebut. Tak perlu takut nyasar selama disana karena setiap pengunjung pasti selalu ada pemandunya.

 
Kita pun menuju tempat makamnya Syeikh Abdul Muhyi. Makamnya terletak di dalam mesjid yang berada di atas bukit.Sayangnya aku tidak bisa ikut ke dalam mesjidnya. 

Setelah mengunjungi makam Syeikh Abdul Muhyi kemudian kita pun menuju  ke Goa Safarwadi. Jarak yang kami tempuh dari makam Syeikh Abdul Muhyi ke Goa Gafarwadi sekitar 2 KM. 
Sepanjang perjalan kami pun mengobrol dengan pemandunya, aku lupa namanya bapak siapa. Pada waktu kami berkunjung kesana lumayan sepi pengunjungnya sedangkan kalau bulan maulid nabi pengunjungnya ramai sekali, begitu keterangan dari bapak pemandunya. Jalan yang kami lalui pun lumayan menanjak dan membuat nafas sedikit ngos-ngosan apa lagi bagi orang yang tidak terbiasa berjalan kaki jauh. sepanjang perjalan ini terdapat kios-kios yang berjualan beranekan ragam, dari mulai dodol sampai baju-baju dengan ciri khasnya daerah sana.
Goa Safarwadi merupakan salah satu tujuan utama peziarah yang berkunjung ke Pamijahan. Panjang lorong goa sekitar 284 meter dan lebar 24,5 meter. Peziarah bisa menyusuri goa dalam waktu dua jam
Sebelum kami masuk ke dalam goanya kita pun menyewa patromaks sebagai alat penerang di dalam goa karena sangat gelap. 

Untung saja ketika kami kesana bukan musim hujan karena jika musim hujan jalan yang kami lalui pun akan sedikit merepotkan karena tertutup air. Meskipun sekarang bukan musim hujan pun kalau tidak berhati-hati jalan disana akan terpleset karena licin.

depan gerbang goa safarwadi







Kita pun terus berjalan menyusuri goa tersebut, disana ada air yang keluar dari sela-sela dinding batu cadas yang sering disebut air Zamzam pamijahan, air itu di percaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit.


Setelah itu pemandu membawa kami ke tempat yang sering di pakai bertapa  yaitu tempat dimana dulu sering di pakai shalat oleh oleh Abdul Muhyi bersama para santrinya. Tempat ini di perkirakan sekitar 12 meter x 8 meter. Ketika kami menyusuri tempat itu terasa sangat panas karena banyak pengunjung yang berada disana, sampai-sampai kecamataku berembut dan tak dapat melihat apa-apa, untung saja ada yang berbaik hati menuntunku (nasib-nasib L). Kemudian kita pun melihat lorong yang dulu sering di pakai syeikh abdul muhyi sebagai jalan berpergian, ada yang tembus ke Mekah, tembus ke Demak dan beberapa daerah lainya. Tetapi sekarang tidak bisa di gunakan lagi karena jalanya sudah tertutup. 


Kemudian kita pun melihat tempat  shalat yang di pakai oleh istri Syeikh Abdul Muhyi beserta para santriwati.
 
Ada satu hal yang menarik bagiku yaitu tempat dimana kita disuruh mencoba memasukan kepala ke tempat cekung yang disebut kopiah haji, menurut mitos jika kepala kita pas dengan cekungan itu maka kita akan cepat naik haji. Semuanya aku coba tapi gak ada satu pun yang cukup karena kepala akunya kecil.
 
Kemudian kita pun berjalan menuju tempat keluar dari goa safarwadi.
Menurutku mengasyikan sekali bisa berkunjung ke tempat seperti ini. Setelah keluar dari goa kita pun harus berjalan lagi menuju tempat parkiran motor yang lumayan cukup jauh dari jalan sebelumnya atau mungkin karena aku sudah merasa kelelahan jadi merasa sangat jauh.

3