HUJAN


Rintik-rintik sebutir air menetas di pipiku, wah ternyata hujan gumamku dalam hati.. Aku tersenyum simpul, akhirnya hujan datang juga setelah lama di tunggu-tunggu kedatanganya. Selama ini kan gak pernah turun hujan alias kemarau, karena musim kemarau di daerah lain ada yang begitu kesulitan mendapatkan air bersih. Akhirnya sekarang hujan juga, tanah yang kering pun menjadi lembab. Tiba-tiba lamunanku buyar karena hujan cukup deras, aku berhenti lalu meminggirkan motor (karena aku sedang mengendarai motor) untuk  mengambil jas hujan.

 Aku kembali melanjutkan perjalan pulang dari kampus yang jarak dari rumah tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat ( silahkan simpulkan sendiri). Makin lama perjalanan pulangku ini tidak terlalu mengenakan karena jalan yang aku lewati ini bukan seperti jalan tapi seperti sungai. Banjir....banjir..!! memang tidak aneh kalo kota-kota besar di Indonesia ini sering terkena banjir. Setiap orang pasti tidak menginginkan yang namanya banjir, tapi ini adalah kenyataanya.

Kalau hujan bisa bicara mungkin dia akan berkata:
bukan salahku yang menenggelamkan barang-barangmu bahkan nyawamu
bukan salahku membuat banjir dimana-mana
karena bumi terlalau penuh dengan rongsokan
karena bumi terjejal dengan gedung-gedung 
yang membuat tanah tak lagi bisa menyerapku
hingga aku meluap-luap seperti ini.

Hujan bisa disebut berkah, karena air adalah sumber kehidupan tapi jika hujan yang berlebih akan mengakibatkan bencana. Banjir  yang sekarang terjadi ini adalah akibat kita semua (MANUSIA). yang tidak bisa menjaga lingkungan, contohnya membuang sampah sembarangan, penebangan hutan dll.
Maka dari itu jagalah lingkungan sekitar kita karena kita juga akan yang dirugikan. Kita kan yang merasakan banjirnya??

"akhirnya nyampe juga kerumah dengan keadaan basah kuyup" ^_^

11